review universal keyboard dan touchpad untuk tablet PC

Review Universal Keyboard dan Touchpad untuk Tablet 7 inch, Mantap!

Pre-Background

Untuk menunjang produktivitas kerja dan mempercepat output kerja, memang sepatutnya seorang karyawan kantoran memiliki laptop. Namun hal itu tidak terjadi pada saya. Memang saya bukan karyawan kantoran karena saya adalah karyawan di pabrik, namun karena saya di bagian supporting yang lebih banyak di office menuntut saya harus memiliki sebuah laptop. Apa daya, laptop saya yang telah menemani saya selama 4 tahun berkuliah terpaksa beralih fungsi menjadi PC. Bukan karena LCD nya yang sudah tak berfungsi, namun karena kekuatan engsel layar laptop saya yang tidak sebanding dengan material body laptop yang payah menyebabkan saya harus melepas layarnya dan menjadikannya sebagai PC. Bukan saya sih, tapi adik saya.

Background

Kembali ke topik, akhirnya saya memutuskan untuk membeli sebuah tablet PC bermerk Chuwi Hi8 karena dari reviewnya cocok bagi saya: dual boot Windows-Android, RAM 2GB, dan ada OTG. Namun ketidaktelitian saya dalam melakukan research sebelum membeli membawa petaka: tablet ini touchscreennya rentan ghost touch yang saya ternyata kena juga, dan interface chargingnya yang USB-C juga berfungsi sebagai port USB SATU-SATUNYA di tablet ini. Bayangkan, ketika Anda sedang mengerjakan sesuatu namun baterainya habis. Butuh waktu paling tidak 2 jam untuk menunggu baterai penuh. Lalu saya berusaha mengakali dengan USB OTG charging  blablabla agar bisa ngecas sambil nyolok USB. Ternyata sama sekali tak berefek. Tetap saja baterainya terkuras meskipun tercolok listrik.

Sial bagi saya, kedua masalah tersebut sangat mempengaruhi produktivitas saya dalam bekerja. Padahal sebagai seorang Lean Manufacture combatant, produktivitas tak boleh turun. Akhirnya saya jarang menyentuh tablet ini untuk beberapa lama dan lebih memilih mengerjakan menggunakan PC kantor.

Alhamdulillah, tidak berapa lama Allah menunjuki saya hidayah untuk menonton sebuah video di Youtube mengenai universal keyboard dan touchpad bluetooth yang bisa digunakan di tablet PC. Jelas saja saya sangat tertarik. Namun kali ini saya tidak bodoh: saya mengamati secara teliti apakah perlu menggunakan USB dongle. Ternyata tidak! Pure bluetooth!

Langsung saya baca di kolom komentar, dimana saya bisa mendapatkannya. Nihil!

Lalu saya membuka AliExpress, memang saya menemukannya. Tiba tiba saya teringat: kenapa ngga di Lazada aja? Bukannya banyak barang dari China yang hadir di Lazada?

Langsung saya cari di Lazada. Sebagai seorang yang cerdas dalam mengelola uang, saya mencari barang dengan harga termurah dong. Halah, bilang aja ga punya duit. Iyalah, namanya juga jomblo, uang perlu diarahkan ke hal hal yang lebih bermanfaat.

Akhirnya saya temukan sebuah produk termurah dari yang termurah, tertulis EachGo Universal Keyboard With Touchpad blablabla, yang kemudian saya baru menyadari bahwa merk sesungguhnya adalah JP118 Bluetooth Keyboard with touchpad. Saat saya memesan, harganya masih Rp170 ribu. Namun saat barang datang, harga di Lazada menjadi Rp185 ribu. Hmmm. Btw, free ongkir dari China, JNE REG juga gratis. Mana kedatangannya lebih cepat 4 hari dari perkiraan tercepat. Saya memesan pada tanggal 3 Oktober 2017 dan pesanan datang pada 16 Oktober 2017. Quite fast, ya?

Saat si ibu kos menyodorkan barang ini kepada saya, saya malah tanya ke ibu kosnya,”Ini apa ya Bu? Kok tipis banget.” Langsung penyesalan muncul karena saya sadar salah bertanya. Mana saya lupa bilang terima kasih =,=”

Mengapa saya tanya seperti itu?

SUMPAH TIPIS BANGET, lebih tipis dari buku Sidu 38 lembar itu loh. Waktu saya baca keterangan pengirim, saya makin bengong: ini beneran keyboard yang saya pesan.

Muncul dua pertanyaan:

  1. Yang bener udah sampe? Kok cepet banget?
  2. Yakin ini barangnya? Barang setipis ini apa ga hancur kegencet disana disini?

Yap, itu 4 pertanyaan sih…

Unboxing

Belum sampai masuk ke kamar, saya sudah tidak sabar untuk unboxing dan ternyata emang bener. Sebuah kardus karton super tipis berisi keyboard, seutas kabel micro-USB, dan sebuah manual sheet. Bukan manual book ya, emang ini bentuknya lembaran.

Disini saya memahami mengapa keyboard ini dijual dengan selisih Rp 50 ribu di bawah produk termurah kedua: ketiadaan softcase. Ya, di dalam paket ini tidak disediakan softcase sebagai baju bagi universal keyboard dan touchpad ini. Namun tidak apa-apa, tablet saya sudah memakai softcase. Bila saya membeli keyboard dengan softcase, maka apa jadinya dengan softcase lama tablet saya. Maka, selalu berdayakan apa yang ada. Halah ngeles

Berikut ini foto-foto universal keyboard dan touchpad ini.

Bahan plastik memang wajar mengingat harganya yang murah. Berharap berbahan metal atau kaca, fingerprint, dual camera? Beli HP sono. Panjang keyboard ini kurang dari 20 cm, lebih pendek dari satu jengkal tangan saya. Lebarnya? Sekitar 11 cm. Maklum tak ada mistar, besok akan saya ukur di kantor pabrik. (Update: Dimensi keyboard ini adalah 19 cm x 12 cm x 0,8 cm). Ukurannya hampir sama dengan tablet Chuwi Hi8 saya.

Di bagian atas keyboard terdapat susunan keyboard QWERTY, tanpa adanya tombol function yang kita kenal dengan tombol F1 hingga F12. Untuk menggunakan tombol function tersebut, maka dapat dilakukan dengan cara memencet tombol Fn dan angka yang diinginkan. Di bagian kanan bawah terdapat indikator LED mengenai power dan Caps Lock. Yang terakhir, sakelar on-off berada di belakang indikator caps lock.

Di bagian bawah keyboard, mulus bersih tidak ada sesuatu yang dibahas. Polos begitu saja. Meskipun polos, namun teksturnya tidaklah halus, namun agak kasar. Tampaknya hal ini disengaja untuk meningkatkan grip dari keyboard sehingga tidak mudah bergeser ketika digunakan untuk mengetik.

Port charger dengan interface micro-USB berada di sisi kanan, tepatnya di dekat lampu indikator Caps. Di sisi kiri tidak ada sesuatu yang dibahas karena memang tidak ada apa-apa.

Spesifikasi Universal Keyboard dan Touchpad

Spesifikasi ini saya ambil dari TideBuy.com mengingat tampilan dan serinya mirip. Spesifikasi universal keyboard dan touchpad ini adalah sebagai berikut:

  1. 7 inch Android WINDOWS Bluetooth keyboard with touchpad
  2. Built-in 3 Broadcom chip,280mAh lithium battery,90 hours of continuous use
  3. X scissors foot structure,sensitive keys,typing fast response,feel good
  4. Keyboard surface technology,high-end texture
  5. Screen printing UV film processing,never fade
  6. Bottom shell plate
  7. Standard MICRO interface

Pros

Dimensi yang kecil menjadi salah satu alasan saya membeli universal keyboard dan touchpad ini. Saya tak perlu lagi bawa tactical sling bag saya yang guede itu. Cukup masuk ke tas selempang kecil saya.

Karena saya selalu memandang sebelah mata kualitas produk dari China, maka saya mengecek fungsi keyboard dan touchpadnya. Setelah melakukan pairing, saya tes keduanya dan tidak ada masalah. Di samping itu, ketika saya mengirim file dari HP ke tablet via bluetooth sambil menggunakan touchpad dan keyboard ternyata tidak ada masalah yang berarti.

Lalu, saya iseng menulis review hingga di sini: 612 kata. Ternyata keyboardnya enak digunakan, empuk dan hampir mirip dengan karakter keyboard Lenovo Z475 saya yang sudah jadi PC itu. Touchpad juga bisa digunakan dengan baik dengan beberapa gestur yang mirip dengan touchpad Macbook. Meskipun tidak mendukung Precision Touchpad, namun gesturenya tidak garing garing amat macam left-right click sama double tap lah.

Yang terakhir: murah. Daripada beli laptop baru yang minimal harganya Rp2,5 juta, mending berdayakan yang ada. Halah. Bilang aja ga punya duit, duitnya habis buat beli pecel lele 2 porsi tiap malam.

Ada satu lagi yang hampir terlewat: universal keyboard dan touchpad ini mendukung Windows dan Android. Saya sudah mencoba di tablet Chuwi Hi8 saya dengan OS Windows 10 dan HP Evercoss R50A saya dengan OS Marshmallow. It works like a charm without body fit. 

Cons

Yang cukup mengganjal bagi saya adalah dengan ukurannya yang super mungil, beberapa tombol pun ditiadakan. Semua tombol berawalan F, mulai F1 hingga F12 dimasukkan dalam kombinasi Fn+angka. Tombol Delete pun juga masuk dalam kombinasi Fn+=. Posisi tombol Windows yang biasanya diletakkan di samping tombol Ctrl kiri, di keyboard ini diletakkan di samping Space.

Setelah keyboard, sekarang touchpad. Dalam beberapa kesempatan, touchpad beberapa kali salah dalam masukan. Satu kali tap dikira double tap, mindahin kursor dikira drag, dan beberapa hal lain. Ga sering sih, tapi ngeselin.

Dimensinya yang kecil juga cukup menyulitkan dalam mengetik. Beberapa kali dalam mengetik touchpad tak sengaja tersentuh, menyebabkan posisi kursor berpindah dan menyebabkan hasil ketikan menjadi tidak jelas konteksnya. Akhirnya, saat mengetik harus mematikan touchpad agar tidak merusak makna ketikan.

Tebalnya keyboard yang tipis membuat, sebentar. Aneh susunan kalimatnya. Oke saya ganti saja: tipisnya keyboard ini, selain membawa suka juga membawa sengsara. Saya belum menemukan cara bagaimana biar keyboard ini tidak rusak karena patah. Sekali lagi deh, SUMPAH TIPIS BANGET!

Neutral

Di bagian ini, ada beberapa hal yang belum diketahui secara pasti. Di bagian ini akan diupdate ketika data pendukungnya tersedia.

Yang pertama adalah mengenai daya tahan baterai. Pabrikan mengklaim bahwa dengan kapasitas baterai yang mencapai 280 mAh, maka keyboard touchpad universal ini diklaim bisa digunakan selama 90 jam sebelum dicharge ulang. Selama 3 hari ini, saya belum menemukan bahwa daya baterai telah habis. Ya baru 3 hari sih. Lagipula saya juga cukup jarang menggunakannya, hanya di kosan setelah pulang kerja, itu saja untuk menulis review ini dan juga bermain Europa Universalis IV yang lebih banyak menggunakan mouse daripada keyboard, kecuali kalo ngecheat sih

Yang kedua adalah durabilitasnya. Awet atau ngga, mudahnya seperti itu. Dengan material plastik sebagai badan dan tipisnya keyboard ini menjadikan saya agak sangsi dengan durabilitasnya. Memang sih kalau dipegang terkesan kokoh meskipun tipis, namun lihat saja nanti.

Summary

Nah, kehadiran Universal Keyboard dan Touchpad ini merupakan kabar gembira, wa bil khusus para segenap pengguna Chuwi Hi8 yang harus menggunakan USB OTG charging untuk mengecas tablet sambil menggunakan USB dongle untuk menghubungkan keyboard dan mouse. Setidaknya, dengan adanya konektivitas bluetooth tanpa USB dongle akan membuat pengguna tetap bisa bekerja tanpa khawatir kehabisan baterai. Atau, pengguna Chuwi Hi8 tak perlu membeli USB OTG Charging bermerk Au*ey harganya hampir seperempat harga tablet ini. Tidak bermaksud menghalangi jalan rejeki orang lain hehe.

Harga yang murah, ukuran yang kecil dan tipis bisa menjadi referensi awal dalam memilih tablet ini. Belum lagi dengan adanya konektivitas bluetooth 3.0 tanpa menggunakan USB dongle menjadi senjata andalan vendor yang membuat calon pembeli tertarik, termasuk saya haha.

Namun, dengan adanya beberapa kekurangan dapat menyebabkan turunnya nilai produk ini. Meskipun demikian, kekurangannya bukanlah di area-area vital, kecuali memang untuk bagian touchpad yang sering membuat pengguna harus belajar bersabar.

Dapatkan universal keyboard dan touchpad disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *