Categories
Uncategorized

Serba-Serbi Penghematan Baterai Android

Mencari cara untuk menghemat baterai untuk Android memang bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Selain banyak bohongnya, banyak hoaxnya pula. Kita akan bahas satu per satu cara cara penghematan baterai yang pernah ada hingga sekarang. Artikel ini tidak akan membahas tutorial penghemat baterai pada Android, namun hanya sharing metode apa saja yang pernah ada untuk melakukan penghematan baterai Android.

penghematan baterai Android
Screen on-time pada Android

Cara yang cukup banyak digunakan oleh masyarakat adalah menggunakan baterai double power. Di era baterai yang bisa dilepas pasang macam LEGO, baterai tanam adalah sebuah solusi yang dianggap jitu agar baterai terlihat awet, dengan iming iming kapasitas baterai hingga dua kali lipat. Terlihat menjanjikan memang, namun sebenarnya baterainya tidak lebih hemat, namun kapasitasnya saja yang lebih besar. Tak heran bila rasanya baterai akan habis lebih lama.

Ada juga yang menggunakan aplikasi-aplikasi pihak ketiga gratisan. Semua orang senang menggunakan aplikasi gratis. Nama aplikasinya bermacam-macam, namun modusnya relatif sama. Aplikasi-aplikasi ini akan melakukan tracking aplikasi-aplikasi yang berpotensi menghabiskan daya kemudian menutupnya. Jadi, kita menggunakan aplikasi penghemat daya untuk menutup aplikasi lain sehingga dayanya lebih hemat. Terkadang aplikasi jenis ini terlihat meyakinkan, aplikasi jenis ini cukup menipu karena aplikasi jenis ini akan menuntut untuk terus berjalan secara background. Akibatnya, aplikasi penghemat daya juga akan menghabiskan daya yang tidak diperlukan.

Bagi beberapa orang yang suka oprek smartphone, root menjadi andalan utama sebelum melakukan penghematan baterai Android. Root merupakan sebuah metode untuk menggunakan semua fitur-fitur yang ada pada Android. Dengan melakukan root, user dapat mengedit konfigurasi pada sistem yang mana pada mode non-root user tidak dapat melakukannya, entah karena dibatasi oleh vendor ataupun dari Google sendiri sebagai pengembang Android. Sebenarnya dengan mode root ini pun keamanan juga tidak lebih aman dari metode sebelumnya. Dengan mode root ini, kita membuka peluang kepada malware untuk lebih dalam mengeksplorasi sistem  Android karena mode root telah terbuka. Namun berita baiknya adalah kita dapat menentukan aplikasi mana yang kita izinkan bekerja dalam mode root sehingga risiko ini dapat kita minimalisir.

Sebelum melakukan root, ada baiknya kita menginstal software recovery yang mana software ini dapat digunakan untuk menginstal software-software tambahan, memodifikasi sistem Android, ataupun menginstal ROM baik official ROM ataupun custom ROM. Dulu ada ClockWorldMod (CWM) dan sekarang kita banyak yang menggunakan TWRP.

Dengan TWRP ini kita dapat menginstal software root, salah dua yang terkenal adalah SuperSU dan Magisk. Dulu saya menggunakan SuperSu, namun karena berbagai kekurangannya, akhirnya saya tinggalkan saya beralih ke Magisk. Magisk memliki kemampuan untuk melakukan root tanpa mengubah file inti pada sistem Android. Dengan Magisk, Anda masih mendapatkan update OTA ataupun menggunakan aplikasi Mobile Banking tanpa perlu melakukan unrooting seperti yang selalu saya lakukan pada saat menggunakan SuperSU.

Setelah menginstall Magisk, otomatis kita dapat menggunakan Android secara lebih leluasa karena sistem telah ‘mengizinkan’ user untuk melakukan modifikasi sistem Android. Bila Android sudah dalam kondisi root, tentunya melakukan penghematan baterai Android akan semakin mudah lagi.

Ada beberapa cara untuk melakukan penghematan baterai pada Android. Cara pertama, yang paling mudah, adalah dengan mencari custom ROM yang hemat baterai. Saya tidak dapat menjelaskan custom ROM mana yang paling hemat baterai, karena beda smartphone, beda komunitasnya. Saran saya dalam hal ini adalah cari grup FB/Telegram, karena biasanya di grup-grup seperti ini banyak orang yang berdiskusi mengenai trik dan tips menghemat baterai Android. Selain FB atau Telegram, Forum XDA-Developers juga menjadi sumber referensi untuk mencari custom ROM dengan baterai yang hemat.

Kelemahan dari mengganti custom ROM adalah semua aplikasi dan data (selain internal storage) akan hilang. Mengganti custom ROM berarti melakukan ‘instal ulang dengan OS berbeda’. Seperti halnya menginstal ulang pada laptop, dampaknya adalah Anda harus menginstal semua aplikasi kembali, login ke berbagai akun, atau harus membackup aplikasi dan data penting seperti WhatsApp, SMS, dan lain-lain. Saya rasa, melakukan backup dan restore berulang kali sangat tidak efisien. Selain itu, ada risiko terjadi bootloop bila ROM yang didownload ternyata corrupt.

Cara kedua adalah dengan menginstal custom kernel yang hemat baterai. Seperti pada paragraf sebelumnya, custom kernel seperti custom ROM. Maka pengembangnya adalah komunitas. Saran saya pun sama seperti sebelumnya, berkunjung ke grup FB/Telegram/XDA-Developers. Keuntungan dibandingkan  mengganti custom ROM adalah Anda tidak perlu khawatir kehilangan data. Kernel adalah bagian yang menjadi penghubung antara software (ROM) dengan hardware. Dengan mengganti kernel, maka tidak ada bagian dari ROM yang berubah. Namun kelemahannya adalah terkadang custom kernel tidak selalu cocok dengan custom ROM. Risiko dari mengganti custom kernel ini sama, boot loop bahkan bisa soft brick atau hard brick. 

Cara ketiga adalah dengan menginstal software atau module Magisk. Cara ini yang biasanya saya gunakan. Saya menggunakan Universal GMS Doze untuk mengefisienkan kerja Google Messaging Service dengan cara mengatur wakelock GMS sehingga tidak selalu berjalan pada background. Module kedua yang saya gunakan adalah dengan LKT. LKT adalah legendary kernel tweak yang mana merupakan cara gampang mengatur governor pada kernel dengan berbagai konfigurasi. Selain kedua module ini, masih banyak sekali module-module yang dapat digunakan untuk menghemat baterai Android yang tersedia di repository Magisk dan juga di forum XDA-Developers.

Cara keempat, adalah dengan melakukan konfigurasi terhadap frekuensi CPU, atau yang disebut sebagai CPUFreq Governor. Ada berbagai jenis governor pada sistem Linux,salah satunya adalah powersave yang mana frekuensi CPU diatur dengan frekuensi kecil sehingga dapat menghemat baterai. Ada berbagai jenis governor, terutama pada custom kernel juga menyediakan berbagai konfigurasi custom governor. Cara ini cocok bagi Anda yang suka oprek sistem dengan mencari konfigurasi terbaik untuk penghematan  baterai Android.

Paling tidak ada empat cara yang saya tahu untuk melakukan penghematan baterai Android pada mode root. Bila Anda tahu ada cara lain, silakan bagikan pada kolom komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.